BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Setiap orang
siapa pun orangnya itu, baik mereka yang tingkat sosialnya tinggi, yang
sosialnya sedang ataupun yang tingkat sosialnya rendah, seperti
pejabat-pejabat, orang-orang kaya, para pegawai negeri, kuli-kuli bangunan,
kuli-kuli pasar, tukang-tukang becak sampai pada pengemis-pengemis, mereka
pasti mempunyai harapan-harapan dan cita-cita, sudah tentu sesuai dengan dengan
kemampuan dan jangkauan pikiran mereka.
Siapapun dapaat gelisah hal
tersebut terjadi karena mungkin disebabkan harapan-harapan mereka tak terpenuhi. Dan karena cita-cita
dan harapan-harapan itulah mereka berusaha untuk mencapainya dan setiap orang
berhak untuk itu dengan demikkian tidak seorangpun dapat melarang dan
menghalangi seseorang untuk mencapai cita-citanya. Dari usaha-usaha mereka
untuk mencapai apa cita-cita dan apa harapan mereka,suatu saat mereka akan
menunggu jawaban dari hasil jerih payah mereka, apakah cita-cita dan
harapan-harapan mereka itu akan tercapai atau gagal dan mereka harus kecewa.
Selama hidupnya, manusia
pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang,
apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat
kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. Berkaitan dengan latar belakang di atas, ada permasalahan
yang menarik untuk dikaji, Dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti Manusia dan Kegelisahan.
B.Identifikasi Permasalahan
Dengan latar belakang tersebut, agar penbaca
memperoleh pemahaman
tentang tentang manusia dan kegelisahan., maka penulis mengemukakan rumusan masalah
antara lain:
1.
Apa Pengertian Manusia dan Kegelisahan?
2.
Apakah Penyebab Manusia merasakan Kegelisah?
3.
Bagaimana Cara Mengatasi Kegelisahan?
BAB
II
PEMBAHASAN
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa
khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Sedangkan kita dapat
mengetahui tanda tanda bahwa seseorang mengalami kegelisahan dari gejala tingkah laku
atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau
gerak gerik tersebut lain dari bisasanya,
misalnya berjalan mondar
mandir dalam ruangan sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh sambil
duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu,
malas bicara dan lain lain.
Kegelisahan
merupakan salah satu ekspresi
dari kecemasan
karena itu dalam kehidupan
sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun
ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseornng memngalami frustasi karena apa yang diinginkannya tidak
tercapai.
Ada tiga macam kecemasan
yang menimpa mansusia yaitu kecemasan kenyataan (objektif) kecemasan neurotic dan
kecemasan moril.
Dari ketiga
macam kecemasan tersebut sebenarnya tidak ada perbedaan dari segi jenisnya.
Semuanya mempunyai satu sifat yang sama, yaitu tidak menyenangkan dari mereka
yang mengalaminya. Mereka (tiga macam kecemasan) hanya berbeda dalam hubungan
sumbernya. Kecemasan tentang kenyataan, sumber dari bahaya itu terletak dalam
dunia luar. Kecemasan neurotis, ancaman terletak dalam pemilihan obyek secara
naluriah dari diri.
Kecemasan moril, sumber ancaman adalah hati nurani dari super ego.
Kecemasan
tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan
atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam
lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan
mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi
kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda
tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap
kegelapan muangkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.
Rasa ketakutan
atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau kanak- kanak,
karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahaya- bahaya dari
luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai
titik, dimana organisme dapat menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya
berlebihan. Bayi yang baru lahir dihujani rangsangan- rangsangan yang
berlebihan dari luar, yang mana selama dalam kandungan mendapat lindungan,
sehingga menyebabkan bayi tidak siap sama sekali. Selama tahun- tahun permulaan
bayi, banyak menghadapi keadaan lain yang sulit untuk dihadapinya, bila dalam
kemudian hari mengancam hidupnya sampai keadaan tak berbahaya, bayi akan
mencetuskan keadaan cemasnya. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang
masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman traumatic (pengalaman kecemasan).
misalnya pemah
terkejut waktu diketahui dipakaiannya ada kecoa. Keterkejutannya itu demikian
hebatnya, sehingga kecoa merupakan binatang yang mencemaskan. Seseorang wanita
yang pemah diperkosa oleh sejumlah pria yang tidak bertanggung jawab, sering
ngeri melihat pria bila ia sendirian, lebih-lebih bila jumlahnya sama dengan
yang pemah memperkosanya. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pemah dialami
sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya.
Kecemasan ini
timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
kecemasan ini dibagi tiga macam,
yakni :
v Kecemasan yang timbul
karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu
takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan dirinya sendiri, sehingga menekan dan
menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah,
yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
v Bentuk ketakutan yang
tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa
intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenamya dari obyek yang
ditakutkannya. Misalnya seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari
karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis; ketika
masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan
satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya,
sehingga ia mendapat hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya
dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.
v Rasa takut lain ialah rasa
gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnnya secara tiba-tiba tanpa ada
provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk
membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan
jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh dirinya meskipun ego dan superego
melarangnya.
Kecemasan
neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa
seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar
sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Selama suatu
peredaran naluriah tidak berakhir dengan suatu hukuman, orang tidak usah merasa
takut terhadap cathexis byek dari naluri- naluri. Akan tetapi, karena perbuatan
yang impulsif membawa seseorang kedalam suatu kesulitan, ia pun menyadari
bagaimana berbahayanya naluri itu. Tamparan, pukulan dan lain- lain bentuk
hukuman menunjukkan pada seoorang anak, bahwa pemuasan naluri secara impulsif
menuju kepada suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Anak akan mendapat
kecemasan neurotis kalau ia dihukum karena bertindak secara impulsif.
Kecemasan moril
disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bennacam-macam emosi
antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Rasa iri, benci, dengki,
dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan
berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri,
benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain
Kecemasan
moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan
oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani. Hati nurani sebagai
wakil di dalam tubuh dari kekuasaan orang tua mengancam untuk menghukum
seseorang karena sesuatu perbuatan atau pikiran yang melanggar tujuan yang
sempurana dari ego yang ideal yang diletakkan di dalam kepribadian oleh orang
tua.
Sebagaimana
halnya. dengan
kecemasan neurotis,sumber kecemasan moril terletak dalam struktur
kepripadian,dan sebagaimana halnya dengan kecemasan neurotis,orang tidak dapat
melepaskan diri dari perasaan bersalah dengan jalan melarikan diri dari
padanya.
Kecemasan moril
mempunyi ikatan yang erat dengan
kecemasan neurtis, karena
musuh-musuh utama dari super ego adalah pemilihan obyek dari dirinya. Adalah suatu ironi dari penghidupan
orang yang berakhlaq. Sebab dari pada ini ialah bahwa karena hanya berfikir
untuk melakukan sesuatu yang buruk saja telah menjadikan orang yang berakhlaq
merasa malu.
Seseorang yang
banyak melakukan penguasaan diri sudah pasti akan banyak memikirkan tentang
godaan dari naluri-naluri,karena ia tidak menemukan Saluran yang lain untuk keinginan-keinginan
nalurinya. Orang yang
kurang berakhlaq tidak memiliki superego yang demikian kuatnya,sehingga ia
tidak lebih mungkin merasakan gangguan dari hati nuraninya,kalau ia berfikir
atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kode moril.
Kecemasan
adalah peringatan pada ego,bahwa ia berada dalam bahaya. Dalam hal kecemasan
obyektif,jika seseorang tidak mengindahkan peringatan itu,sesuatu yang buruk
akan terjadi pada dirinya. Dengan memberikan perhatian atas
peringatanitu,seseorang mungkin dapat menghindarkan kecelakaan yang akan
terjadi.baik dalam kecemasan neurotis maupun kecemasan,bahaya terletak di dunia
luar dan juga bukan luka berupa sesuatu luka- luka badan atau kekurangan
jasmaniah yang di
takutkan orang.
Perasaan
bersalah pada hakekatnya mungkin menjadi demikian tidak tertahannya,sehingga
orang yang bersalah dapat berbuat sesuatu untuk mengundang hukuman dari sumber
di luar untuk menghilangkan perasaan bersalahnya dan mencapai kelegaan. Tekanan
yang terus menerus dari kecemasan neurotis mugkin menyebabkan seseorang menjadi
kehilangan akalnya dan melakukan sesuatu yang sangat impulsif. Akibat dari
perbuatan impulsif ini di anggap kurang menyakitkan pada kecemasan itu sendiri.
Kecemasan neurotis dan moril bukan saja merupakan tanda bahaya untuk ego,
tetapi kecemasan itu sendiri adalah suatu bahaya.
B.
Penyebab Manusia merasakan
Kegelisah
Sebab-Sebab
Orang Gelisah
Ø Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal, sehingga kata terasing berarti,
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi
kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan,
terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup
manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan
sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang menyebabkan
orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima
atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang aa pada diri
seseorang, sehingga ia tida dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam
masyarakat.
Ø Kesepian
Kesepian
berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah
mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu
bergangung pada mental orang dan kasus penyebabnya. Bermacam sebab terjadinya
kesepian, frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Jadi kesepian itu akibat dari
keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala,
sehingga dijauhi teman-teman sepergaulannya.
Ø Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya
tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa
asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang pasti, tidak tentu,
tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan
tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak
konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas
pikirannya kacau.
Pada dasarnya adalah karena
takut kehilangan hak nya
Hal itu adalah akibat dari ancaman, entah ancaman dari dalam maupun ancaman dari luar. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan tidak pasti ialah :
Hal itu adalah akibat dari ancaman, entah ancaman dari dalam maupun ancaman dari luar. Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan tidak pasti ialah :
ü Obsesi
ü Phobia
ü Kompulasi
ü Hysteria
ü Delusi
ü Halusinasi
ü Keadaan emosi
Penyebab lainnya
1. Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran
yang telah dilakukan.
2. Gelisah terhadap hasil kerja yang kurang
memenuhi kepuasan spiritual.
3. Gelisah dan takut akan kehilangan harta
dan jabatan.
4. Gelisah dan takut akan menghadapi masa
depan yang kelam.
C. Cara Mengatasi Kegelisahan
Untuk merintang waktu dalam
mengendalikan rasa
gelisah sementara untuk melepaskan suasana hati yang tidak tentram ada yang
mengisi waktu dengan kegiatan seperti membaca,merokok,mempermainkan suatu
benda.Semua tindakan itu tidak dapat menentramkan kegelisahan yang kita alami
secara tuntas.semua tindakan itu hanya dalam menghilangkan rasa gelisah
sementara kita hanya dapat melupakan kegelisahan itu sejenak tetapi ada juga
orang yang sama sekali tidak dapat melupakan kegelisahan walaupun hanya
sejenak,sehingga kegelisahan tercermin pada air muka gerak-gerik tindakannya
tidak teratur,bicaranya cepat dan kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang
dimaksud sehingga kawan bicaranya itu bingung.
Tetapi contoh-contoh di
atas dapat kita sadari apapun kegelisahan itu tidak akan dapat menyelesaikan
suatu masalah atau menghalau situasi buruk apapun dengan baik.
Beberapa cara mengatasi kegelisahan:
1.
kita
menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang
bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu
terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat
yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat
mengatasinya,kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena tidak
semua pengalama di dunia ini menyenangkan.
2.
kita
bersedia menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan
tersebut akan sirna dari jiwa kita.
3.
dengan
bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi
keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Mengatasi kegelisahan ini
peratam-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita
harus bersikap tenang. dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga
kesulitan dapat kita atasi. sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi
kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada tuhan.
Untuk dapat
menyembuhkan keadaan itu bergantung pada mental si penderita. Andaikata
penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu
terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke
psikolog.
Ada suatu cara
paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun
termasuk kecemasan ini yaitu kita berdoa kepada tuhan dengan sungguh-sungguh
sabar,tabah,senang dan ikhlas,sehingga ia mau mengabulkan permhonan kita dari
perasaan kecemasan ini,sebab tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha
Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan
memohon kepadanya.
BAB
III
PENUTUP
A.Simpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Setiap manusia pasti akan dan pernah mengalami suatu
kegelisahan yang berbeda-beda. Namun itulah kehidupan yang harus dihadapi oleh
setiap manusia.
Kegelisahan
merupakan salah satu ekspresi
dari kecemasan
karena itu dalam kehidupan
sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun
ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseornng memngalami frustasi karena apa yang diinginkannya tidak
tercapai.
Rasa gelisah itu di sebabkan oleh suatu
perbuatan kita yang tidak baik dan timbul suatu rasa takut akan di kemudian
harinya nanti. Untuk mengatasi rasa takut dan kegelisahan itu sendiri harus
di niatkan dulu
dari diri kita sendiri, setelah itu harus dilakukan dengan perbuatan yang
baik-baik dan terakhir kita harus berdoa agar rasa itu bisa dihilangkan dari
kehidupan kita.
B.Saran
Kegelisahan memang selalu ada pada diri kita
masing-masing. Cara mengatasi rasa kegelisahan adalah dengan niat dari hati
kita sendiri kalau kita mau melakukan hal itu, di buktikan dengan tindakan dan
perbuatan yang akan kita lakukan, dan yang terpenting juga berdoa kepada Tuhan agar kita di beri kemudahan akan rasa kegelisahan. Karena pada hakikatnya Manusia hanya dapat
berharap dan pada akhirnya Tuhanlah yang menentukan segalanya.
DAFTAR
PUSTAKA